Selasa, 27 Mei 2014

Assalamualaikum wr.wb
     Alhamdulillah kali ini saya akan menjelaskan artikel tentang Sikap Tenang Dalam Menghadapi Segala Musibah dan Cobaan.
       Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman sahabat saya yang saya perhatikan dalam menyikapi segala cobaan atau ujian selalu dengan tenang. Menurutnya “tenang itu bagus, terlalu tenang jangan”.

      
Sebelum saya menjelaskan artikel tentang sikap tenang dalam menghadapi segala musibah dan cobaan terlebih dahulu saya ucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah swt. yang telah memberikan kesempatan saya untuk menyelesaikan artikel ini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih banyak kepada sahabat saya yang telah menginspirasi saya untuk membuat artikel ini.
         Tenang disini menunjukan pribadi yang kuat dan mantap. Tenang merupakan tanda bagi manusia yang sadar dan beradab. Kebalikannya adalah manusia yang gampang marah karena sebab yang remeh dan mudah terpancing karena hal yang sepele menunjukkan manusia yang lemah kepribadian, akal dan kehendaknya.
      Dengan sikap ini, Allah swt.  akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah swt memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya.
       Meskipun Allah swt. dengan hikmah-Nya yang Maha Sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah swt. dalam menghadapi musibah tersebut. Di samping akan semakin menguatkan ketabahannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah swt dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya.
      Di samping sebab-sebab di atas, ada lagi faktor lain yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang Mukmin di dunia ini, yaitu merenungi dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah swt. jadikan dalam setiap ketentuan yang terjadi pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan merenungi hikmah-hikmah tersebut, seorang Mukmin akan semakin yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah kebaikan bagi dirinya, untuk menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah swt.
        Mengapa kita sebagai orang Mukmin harus mendapatkan musibah dan cobaan ?
       Allah swt. menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya.
     Allah swt. menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang Mukmin kepada-Nya, karena Allah swt mencintai hamba- Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang.
    Allah swt. menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah swt. sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang sangat jauh berbeda keadaannya dengan dunia Allah swt. menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.
      Beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk bersikap tenang dalam menghadapi segala musibah dan cobaan.
Pertama, memiliki ilmu yang benar.
Kedua, kita harus yakin kepada Allah swt.
Ketiga, kuasai diri dengan sebaik-baiknya.
Keempat, sempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan pertolongan-Nya.

“Di balik cobaan pasti ada hikmah-Nya”
       Wassalamulalaikum wr.wb

 ceramah aa gym

 tentang,...tawaran syetan di saat ajal menjemput  (sakaratul maut).
Kali ini saya akan menjelaskan artikel  tentang tawaran syetan di saat ajal menjemput  (sakaratul maut). Godaan-godaan syetan dalam menjerumuskan amnusia tersebut bisa berupa dengan cara menyuguhkan segala kesenangan, kenikmatan, kemaksiyatan, dan kemungkaran yang indah menawan. Dengan cara ini, manusia diharapkan bisa terseret ke dalam “samudra” buatan syetan.
            Kematian adalah misteri. Hanya Allah swt. yang tahu kapan seseorang itu akan mati, apakah ia di ambil sewaktu masih bayi, muda, dewasa, ataukah dalam usia lanjut ? Kematian merupakan jembatan perantara dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat. Sebelum melangkah ke jenjang kematian itulah saatnya syetan beraksi untuk menggelincirkan keimanan seseorang.
             Tatkala seorang mukmin dalam keadaan sakaratul maut, syetan datang. Rupanya syetan tahu apa yang dirasakan orang yang sedang sekarat, yakni dahaga yang menggelegak. Syetan mengambil momentum yang tepat untuk menaklukan sasarannya. Tanpa sepengetahuan manusia, ia menampakkan dirinya dalam wujud manusia dan  menyerupai salah satu keluarga orang tersebut seraya membawa segelas minum.
            Syetan duduk di dekat kepala orang tersebut. Ia berkata “Apakah kau ingin selamat dari siksa yang menderamu ? Aku akan memberikan segelas minuman yang menyejikkan sehingga bisa menghilangkan dahagamu. Dengan syarat tinggalkan agama yang kau peluk itu dan katakan bahwa Tuhan itu dua.”
       Jika iman seseorang kuat, ia tak akan mempedulikan pertanyaan syetan. Sebab ia bisa mengekang nafsu yang sifatnya malah menjatuhkan dirinya. Namun syetan tak putus asa sebelum nyawa dalam orang itu benar-benar terlepas. Kemudian syetan datang dari sisi lain, mencoba dengan cara yang lain. Syetan akan berucap “Ktakanlah bahwa Rasul itu pembohong ! Maka aku akan memberimu air. Maukah kau mengatakan itu ? Dahagamu segera terobati jika kau mengiyakan ucapanku.”
        Segala minuman tentu sangat berarti di saat dahaga datang. Memang, sebuah tawaran yang mwnggiurkan tapi mengandung resiko yang fatal. Bagaimana tidak ? Dengan menenggak  segelas minuman sama juga ia telah membenarkan perkataan-perkataan syetan. Dan secara tidak langsung, orang tersebut mengatakan bahwa Tuhan itu ada dua dan Rasul adalah pembohong.
           Kemunculan syetan yang tiada di duga adalah untuk membisikan hati manusia untuk berpaling dari Allah swt. Tak jarang menjelang ajalnya, kadang-kadang terlintas berbagai tekanan dan penderitaan : rasa sakit yang begitu berat, hilangnya kekuatan tubuh, teringat perbuatan maksiat yang pernah dilakukan, merasa belum bertaubat, ingat keluarga yang ditinggalkan serta rasa dahaga yang amat.
       Semua orang mukmin tentu tidak akan menemui nasib tragis di akhir hayatnya, beriman kemudian murtad saat sekarat karena bujukan syetan. Yang diinginkan adalah beriman pada masa hidupnya dan tetap menggenggam keimanan sampai mati (khusnul Khatimah).
“orang yang masa hidupnya penuh dengan noda-noda dosa, tidak pernah ingat pada Allah, tidak melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, akan sangat sukar mengucapkan kalimat tauhid (La Ilaha illa Allah) itu.”
           Wassalamualaikum wr.wb

Memaafkan ketika hati menyimpan dendam



Allah berfirman  dalam Hadist Qudsi
اِنَّ النَّبِيَّ اللهِ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلامِ قَالَ يَا رَبِّ اَيُّ عِبَادِكَ أَعَزُّ عَلَيْكَ ؟ قَالَ اَلَّذِىْ اِذَا قَدَرَ عَفَا
Artinya : Nabi Musa as telah bertanya kepada Allah : “ya Rabbi” siapakah diantara hambamu yang lebih mulia menurut pandanganMu ? Allah berfirman : “ ialah orang yang apabila  berkuasa ( menguasahi musuhnya ) ,dapat segera memaafkan ( HQR Kharaiti dari Abu Hurairah)

Alangkah indahnya bekas guritan yang kita rasakan setelah selama sebulan mendapat pelajaran yang sangat berharga, dan  pahala yang disiapkan yang tiada bandingnya  dibulan Ramadhan kemarin  , betapa tidak ! pada bulan Ramadhan hampir semua insan mampu untuk mencegah gejolak hati yang bersifat permusuhan sehingga menjadi damai persaudaraan  mampu mencegah kemaksiatan mata, hidung, mulut dan kemaksiatan hati ,sehingga kedamaian dan ketentraman muncul dimana mana , andaikan diluar bulan puasa kita dapat mempuasakan jiwa kita betapa dunia ini jadi damai dan sakinah  dibulan Ramadhan kita mampu melakukan ibadah seperti itu yakni  mulai dari pagi sudak tidak makan dan minum sampai waktu tertentu ( maghrib) malam masih mampu melakukan sholat taraweh ,tadarus Alqur’an  dan masih banyak perbuatan baik yang tidak kami sebutkan secara keseluruhan , pertanyaannya ! mampukah kita melakukan hal itu semua diluar bulan Ramadhan setahun kedepan ?  Allah berfirman  94 :7-8
Karena itu berbuat baik itu tidak ada terminalnya artinya tidak akan pernah berhenti sampai ajal merenggut kita  dalam sebuah hadist ,Rasulullah saw bersabda :
لن يسبع المؤ منون من خير يسمعه حتى يكون منتهاه الجنة (رواه الترمذى)     
Artinya: Tidak akan pernah orang mukmin meras puas terhadap apa yang pernah didengarnya sehingga
 surgalah menjadi tujuan akhirnya ( HR Turmudzi )
Manusia itu makhluq unik besarnya tidak ada satu gunung namun dunia yang dihuni ini akan dapat dirubah menjadi situasi yang dikehendaki  jadi baik atau jadi buruk ,karena itu Allah telah memberi amanat kepada langit, bumi, gunung semua  dari mereka menolak amant itu namun manusia memikulnya , padahal manusia suka nyeleweng ,tidak tahu diri  dalam firmanNya dikataka dhaluuman jahuulaa  (33:72)  Manusia diciptakan Allah dengan 3 ciri khas : ciri Pertama, ‘ajuula ( عجولا ( bersifat tergesa gesa Allah berfirman(21:37),(7: 11).Ciri Kedua;Haluu’aa (  هلوعا ) berkeluh kesah lagi kikir .Kapan manusia keluh kesah ? (70:19-20) Kapan kikir ? perhatikan (70 :21 )Kemudian siapakah manusia yang tidak seperti diatas  silahkan dilihat QS 70 : 22-25 Ciri ketiga :Taghaa  ( طغى = melampai batas )  Allah memberi akal pada manusia adalah pemberian yang paling top setelah iman ,namun akal sok nakal misalnya ketika manusia masuk kamar mandi closed dari amirika ,sabun dari perancis, handuk dari belgia yang terucap oleh mulutnya “terima kasih amirika, terima kasih belgia “ seakan mereka teriak mana ciptaan Allah  karena manusia itu melampai batas ,
Merasa lebih dari yang lain  sehingga muncul kesombongannya lalu jika di ingatkan  (2 : 206 ) , (79:37-38)
Dosa manusia  secara umum terbagi 2 yaitu
Pertama ; dosa kepada Allah swt , jika kita dosa kepada Allah mudah cara menyelesaikannya yaitu taubat dengan sesungguhnya tidak mengulanginya lagi untuk selama- lamanya  maka diterima taubatnya ( 4 :17 )
Kedua dosa /salah terhadap sesama manusia ,ini yang lebih sulit menghapuskannya kecuali menyelesaikan dulu terhadap yang bersangkutan
Hadist Riwayat  muslim
Rasulullah pernah bertanya kepada sahabatnya : tahukah kamu orang yang bangkrut itu ? kemudian sahabat menjawabnya ; Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahuinya : Rasul bersabda :
Artinya:
Sesungguhnya orang yang bangkrut ialah orang datang pada hari kiamat dari ummatku  membawa amalan shalat, puasa , dan zakat dan datang juga orang yg pernah disakiti hatinya , difitnah, yang pernah dimakan hartanya , dan yang pernah dibunuh serta pernah disakiti badannya , maka kebaikannya diambil untuk orang yang disakititi diatas maka ketika habis amalan yang baik tadi sebelum menyelesaikan perkaranya dengan orang diatas maka keburukan orang orang tersebut diberikan kepadanya kemudian dia dilempar keneraka  ( HR Muslim )
TANDA ORANG TAQWA
Dalam qur’an (3:134)
a.     menafkahkan harta diwaktu lapang / sempit (2:261) , ( 2:265 )
b.     Mampu menahan amarah,  dalam sebuah hadis qudsi ,pernah iblis proklamasi kepada Allah untuk menghancurkan manusia lewat berbagai cara  termasuk lewat nafsu amarah
اَهْلَقْتُ النَّاسِ بِذُنُوْبِ وَمَعَاصِ وَاَهْلَقُنِ بِلاَ لاَ اِلَهَ اِلا اللهِ وَاْلاِسْتِغْفَارِ فَلَمَّا رَاَيْتُ ذَالِكَ اَهْلَقْتَهُمْ بِا اْلهَوَى وَهُمْ يُخْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُهْتَدُوْنَ
Artinya: “aku akan menghancurkan manusia dengan dosa dan maksiat dan aku akan hancur sendiri dengan kalimat laa ilaaha illallaah dan istighfar jika aku mengetahui seperti itu aku akan berbalik menghancurkan mereka dengan hawa nafsu sehingga mereka menganggap bahwa perbuatannya itu yang paling benar”.
c.  memaafkan  manusia
·         memang berbuat baik itu suli namun mempertahankan kebaikan jauh lebig sulit dari berbuat baik
·         mundur setelah maju adalah jauh lebih buruk daripada sebelum melangkah
·         memaafkan jauh lebih berat dari pada meminta maaf   ada sebuah ayat bahwa orang disakiti boleh membalasnya yang setimpal namun jika memberi maaf Allah akan memberi balasan yang tidak terkira
 ( 42:41-42)
Sejarah 
    Ketinggian Budi pekerti Rasul tergambar dalam satu sejarah tersebut .al:
1.       Dalam Ghazwah [1] Uhud
 Nabi mendapatkan luka pada wajahnya dan juga patah beberapa giginya . Berkatalah salah seorang sahabatnya , cobalah tuan do’akan agar mereka celaka . Nabi saw menjawab “ aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang  tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan sebagai rahmat” lalu beliau berdo’a
الله اغفر لقوم فانهم لا يعلمون
Artinya:”Ya Alah ampunilah kaumku ,karena mereka sesungguhnya  tidak mengetahui”
Rasulullah tidak berniat membalas dendam  tetapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendo’a kepada Allah agar mereka diberi  ampunan , karena dianggapnya mereka belum tahu tujuan Rasul adalah mengajak kepada kebaikan.
Karena Allah perintah (  5:13)
2.     Dalam ghazwah uhud itu juga
 Seorang budak hitam  bernama Wahsyi  telah dijanjikan oleh tuannya  akan dimerdekakan jika bisa membidik dan membunuh paman Nabi yang amat beliau sayangi; Hamzah  bin Abdul mutholib. Kemudian ia berhasil membunuhnya dan dimerdekakan. Namum beberapa waktu kemudian ia  masuk islam dan menghadap kepada Rasulullah  lantas menceritakan kepada Nabi perihal kejadian pembunuhan Hamzah itu. Maka Nabi saw memaafkan dan tidak membalasnya walau ada kesempatan untuk membalasnya.
42:37
3.     Ghazwah Khaibar                 
Khaibar adalah perkampungan Yahudi Zainab binti Al Harist, istri salam bin miskam salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena telah membubuhkan racun  pada paha kambing panggang yang disajikan kepada Rasulullah saw. Ketika itu  Rasulullah makan dengan Bisyir bin Bara’ bin ma’rur, Bisyir sempat menelan daging yang beracun itu, tetapi Nabi baru mengunyahnya lalu dimuntahkan kembali  sambil berkata : daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun. Selang beberapa hari kemudian bisyir meninggal dunia . kemudian Nabi saw  memanggil wanita yang kejam itu dan berkata kepadanya; “mengapa sampai hati kamu melakukan perbuatan seperti itu”, wanita itu menjawab : “tiada tersembunyi lagi hasrat kaumku  untuk
membunuh tuan .sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu  dan kami akan merasa senang . Tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu beracun, dan ternyata tuan adalah seorang Nabi . pada saat itu nabi sangat berkuasa untuk membalasnya, namun akhirnya wanita itu dimaafkan dan dilepaskannya. (7:199)
Hadist Riwayat Al Hakim
  ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ اَوَاهُ اللهُ فِى كَنَفِهِ وَنَشَرَ عَلَيْهِ رَحْمَتَه ُوَاَدْخَلَهُ جَنَّتَهُ مَنْ اِذَا اُعْطِيَ شَكَرَ, وَاِذَا قَدَرَ غَفَرَ , وَاِذَا غَضِبَ فَتَرَ ( رواه الحكيم )  
Artinya: ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah  dalam pemeliharaanNya ,ditaburi Rahmatnya dan dimasukkaNya kedalam surgaNya  yaitu : apabila diberi ia berterima kasih ,apabila ia berkuasa suka memaafkan dan apabila marah, ia menahan diri ( tidak jadi marah ) ( HR Hakim )
Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin ( imam Ghozali disebutkan bahwa Nabi saw bersabda :
قَالَ لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرِ اَلاَ اَخْبِرُكَ بِاَفْضَلِ الاَخْلاَقِ اَهْلِ الُّدُنْياَ وَالاَخِرَةِ ؟ تَصِلُ منْ قَطَمكَ, وَطُعْطِيَ مَنْ حَرَمَكَ , وَتَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ                              Artinya : bersabda Nabi saw  kepada ‘Uqbah bin ‘Amir ra : wahai ‘Uqbah  maukah kamu kau beritahu  budi pekerti yang ahli dunia dan akherat yang utama ? yaitu: melakukan silaturrahim ( melakukan hubungan kekeluargaan dengan orang yang telah memutuskan ),memberi kepada orang yang tidak pernah memberimu , dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu  
4.     Menghadapi Du’tsur (seorang arab kafir)
Du’tsur suatu ketika mendapati Rasulullah sedang duduk dibawah pohon yang rindang dan ketiduran, lalu Du’tsur mengambil pedang beliau serta menghunusnya sambil mengancamkannya  kepada Beliau dengan ucapan “siapa yang dapat membelamu daripada aku sekarang ini ?” dengan tegas Nabi menjawab “Allah “ orang itupun gemetar, sehingga pedang ayang ada ditangannya terjatuh dan segera dipungut oleh Nabi  yang kemudian mengancamkannya kembali kepada Du’tsur  “sekarang siapa yang membelamu daripadaku hari ini?”, Du’tsur menjawab : “tidak seorang pun”  tetapi yang dilakukan oleh Nabi malah memaafkannya, Du’tsur pulang ke desanya menceritakan hal itu kepada tetangga dan handai taulan bahwa ia semestinya sudah mati tetapi Muhammad adalah orang yang berbudi luhur . Du’tsurpun mengajak teman-temannya untuk masuk islam. Dan itulah hasil budi pekerti luhur
(68:4),(3:134).
5.     Kebiadaban kafir Mekah kepada Rasul sudah memuncak
mereka meludainya,melempar dengan batu, kotoran unta bahkan pengikut Rasulpun tak luput dari kebiadaban mereka ada yang dibunuh dengan dibakar, ditarik kedua tangannya hingga robek dan berpisah dari badannya, dijemur diterik panas matahari bahkan ada yang ditusuk dengan besi panas (sumaiyah istri yasir)  namun demikian setelah futuhul (kemenangan) mekah, Rasul yang sangat berkuasa terhadap mereka, tidak membalas dendam akan tetapi menerima maaf mereka.  Beliau bersabda:
اقول كما قال اخى يوسف :لا تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ اْليَوْمَ يَغْفِرُ اللهُ وَهُوَاَرْحَمُ الَّراحِمِيْنَ
Artinya: “Aku berkata seperti dikatakan oleh saudaraku (Nabi) Yusuf mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah diperbuat oleh kalian, Allah mengampuni kalian Dia maha pengasih lagi maha penyayang”
Setelah mendengar ucapan beliau demikian legalah hati mereka. Kemudian hasil akhlaq yang tinggi (mulia) itu adalah berduyun duyunnyakafir Quraisy Mekah masuk dalam Agama Islam maka turunlah QS 110:1-3 (An Nashr).

BY: TINA NOOR KHAZANAH
JANGAN SALING DENGKI, BENCI, MENIPU
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara.

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya.

Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali).

Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya”



(HR. Muslim)



Kedudukan Hadits

Hadits ini sangat penting karena merupakan landasan dalam bermuamalah dengan sesama muslim dan menunaikan hak-hak mereka.



Hasad, Najas, Kebencian dan Boikot



Hasad adalah tidak suka melihat saudaranya mendapat kenikmatan, baik berangan-angan hilangnya nikmat tersebut dari saudaranya atau tidak. Hasad merupakan akhlak yang sangat tercela. Hasad di samping wujud protes terhadap takdir, juga su’udzon kepada Alloh tatkala menganggap bahwa nikmat tersebut tidak pantas didapat saudaranya.



Najas adalah bermuamalah dengan melakukan berbagai macam tipu daya. Najas hukumnya haram karena semestinya bermuamalah dengan saudaranya dengan muamalah yang baik.



Kebencian kepada saudaranya ada dua bentuk, yaitu:


  1. Benci karena agama. Kebencian seperti ini boleh bahkan wajib, yaitu membenci saudaranya karena kejelekan agamanya. Kebencian seperti ini tidaklah kebencian secara mutlak, dalam arti di samping rasa benci terdapat juga dalam hatinya rasa cinta karena masih saudaranya.


  2. Benci karena dunia. Kebencian seperti ini haram hukumnya. Maka jika seseorang mendapatkan dalam dirinya kebencian kepada saudaranya hendaklah dia melihat kepada kebaikannya agar kebencian tersebut hilang.
Hajr /memboikot saudaranya, ada dua macam yaitu:


  1. Memboikot karena alasan agama. Hukumnya boleh jika mendatangkan maslahah bagi yang memboikot atau bagi yang diboikot.


  2. Memboikot karena alasan dunia. Hukumnya boleh jika saudaranya telah menyakitinya dengan batasan waktu maksimal tiga hari. Dan lebih baik dia memaafkan dan melupakan kesalahan saudaranya dan tidak memboikotnya.


Merendahkan Saudara Muslim

Haram seseorang merendahkan saudaranya. Yaitu dia berkeyakinan bahwa saudaranya lebih rendah dari dirinya karena keturunannya, daerahnya, pekerjaannya,dan sebab-sebab lain. Merendahkan saudaranya bertentangan dengan kewajiban untuk memuliakannya. Karena bagaimanapun keadaan seorang muslim ada pada dirinya keimanan, ketauhidan, dan lain-lain dari ketaatan yang wajib untuk dimuliakan.

Jumat, 23 Mei 2014

              CERITA kecil di Hari Raya Natal.

 Sebut saja nama kawan saya Daniel. Dia bercerita banyak soal masa-masa “nikmat” saat masih beragama Kristen. Ada sisi menarik yang perlu saya sampaikan dari hasil cerita dia.
“Aku ingin bercerita sepenggal kisah masa silamku. Dahulu, aku saat masih beragama Kristen, Natal adalah waktu yang sangat kami (para pemuda, para pria) idam-idamkan,” ujar Daniel memulai kisahnya.
“Mengapa?” tanya saya penuh penasaran dalam bincang-bincang dengannya di sebuah perguruan tinggi wilayah Hajj Yusuf, Sudan, beberapa waktu lalu.
“Mari kita minum teh dulu,” ajaknya sembari dia menuangkan teh panas ke gelas saya.
“Alhamdulillah, aku sekarang Muslim setelah 7 tahun yang lalu merasakan ‘kenikmatan’ itu,” katanya lagi seraya mempersilakan saya menikmati teh panas.
Penasaran saya memuncak, ingin rasanya saya menggerakkan mulutnya, untuk segera melengkapi cerita yang dia mulai. Beberapa tegukan teh panas ia habiskan. Ia memasang kaos kaki lalu memakai sepatu dan melanjutkan ceritanya.
“Kami dahulu menjadikan malam menjelang Natal, malam 25 Desember, (sebagai) tempat untuk ‘bercocok tanam’ yang amat subur. Malam itu kami di dalam gereja berdoa khidmat, menangis-nangis, setelah itu makan-makan. Dan terakhir paling di luar dugaan, yaitu malam mematikan lampu. Dahulu aku tak paham, aku pikir dunia ini adalah akhir kehidupan. Hingga semua apa yang kulakukan terasa biasa-biasa saja, termasuk keluar-masuk gereja. Aku bangga dengan keyakinanku. Tapi entah malam itu, sepertinya malam konyol buat keyakinanku,” tuturnya menyambung cerita.
Gereja tersebut terletak di Nairobi, ibukota Kenya. Para jemaat, kata Daniel, dijemput dengan bis besar di desa-desa pada malam hari. Di dalam gereja pun mereka menikmati jamuan makan dan minum.
“Setelah makan-makan, pengurus gereja mengajak untuk mematikan lampu dan memilih satu atau dua wanita untuk dijadikan pasangan buat berdansa, meminum khamr sampai pada ‘halal’-nya berzina. Kami seperti hewan satu dengan lainnya. Hingga setelah peristiwa mengerikan itu aku mencoba berpikir betapa kami ini kotor dan menjijikan. Dari sinilah mulai muncul rasa penasaranku terhadap keyakinan lain. Aku melihat orang yang beribadah di lain tempat, laki laki sendiri dan perempuan sendiri. Mereka bersuci dan berseragam. Aku melihat mereka beribadah dan beribadah tak pernah menyalahkan satu dengan yang lain.”
Awal Mula Masuk Islam
Daniel, pria lajang brewok hampir menginjak umur 28 tahun ini, terus bercerita penuh semangat. Dengan bahasa Arab yang amat mudah dicerna, pria jebolan Ma’had Hajj Yusuf setengah tahun yang lalu ini mencampur aduk antara bahasa Arab dan Inggris.
“Awal masuk Islam aku melihat (Jamaah) Tabligh. Kemudian aku mencoba untuk belajar dengan mereka sedikit-sedikit. Ada cerita menarik saat aku baru masuk Islam. Suatu hari aku pergi ke ibukota Kenya, Nairobi, di sana aku shalat. Saat itu imam sudah pada rakaat ke-3, aku baru datang, alhasil aku telat 2 rakaat. Namun, saat imam salam dan aku pun ikut salam, sedangkan jamaah yang masbuk menuruskan shalat, aku hanya diam dengan kepolosanku.”
“Aku belum belajar banyak soal Islam, hanya tahu sedikit saja. Salah seorang yang masbuk bertanya padaku, ‘Kenapa kamu tidak berdiri seperti kami berdiri?’ Aku jelaskan, ‘Kalau aku berdiri lagi imamku siapa? Maafkan aku karena aku baru masuk Islam.’ Pria yang bertanya ini pun memaklumiku dan beliau meminta aku belajar  tata cara shalat. Aku tiap hari datang ke masjid itu hingga 5 kali belajar. Namun belakangan hari beliau tak terlihat lagi dan tak memberi kabar. Namun hikmah perjalananku ke ibukota luar biasa. Selain aku belajar untuk mencari maisyah, aku tahu istilah masbuk dalam shalat.”
Dia berpesan buat umat Muslim soal hari Natal. Anak ke-4 dari 6 bersaudara ini mengatakan, banyak Muslim sekarang tak paham soal “Happy Christmas”.
“Hakikat ‘Happy Christmas’ adalah ibadah, karena kami (saat Kristen) percaya tuhan itu 3 dan Isa adalah anak tuhan. Kami merayakan dengan makan roti sebagai simbol penyelamatan daging Isa dan khamr darah Isa. Dilanjutkan merusak tubuh pada tanggal 26 (Desember) untuk merasakan sakitnya disalib ini. Demi toleransi atas penyiksaan Tuhan kami,” jelasnya.
Daniel pun menyampaikan nasihat buat umat Islam yang masih merayakan Natal. “Sesungguhnya perayaan-perayaan hari raya seperti Natal ini mengandung nilai kekufuran,” katanya.
“Yaitu menyandangkan sifat tuhan kepada Al-Masih Isa bin Maryam, reinkarnasi, memberhalakan Isa, menganggapnya sebagai anak Allah, ia mati disalib, dan keyakinan lainnya. Dan keyakinan tersebut telah membuat Allah Ta’ala murka. Sesungguhnya ikut serta dalam perayaan batil tersebut, memfasilitasi atau mengamankannya, menunjukkan kecocokan dan keridhaan terhadap perayaan itu dan pengakuan akan kebenaran keyakinan mereka,” jelasnya.
“Walaupun orang yang ikut-ikutan merayakan hari raya tersebut meyakini berbeda aqidah dengan mereka, tapi ia berada di atas bahaya besar akibat kejahilannya dalam sikapnya tersebut. Karena keridhaan terhadap kekufuran adalah kekufuran juga,” tambah pria asli Kenya ini.
“Kenapa kalian (umat Islam, Red) rela mengatakan tuhan mereka selamat? Sungguh tanggal 25 Desember itu tak ada sangkut pautnya dengan Isa karena Bibel telah berbohong,” tambahnya lagi.
Jadi Penghafal al-Qur’an
Daniel mengisahkan, dia masuk Islam setelah melihat Jamaah Tabligh yang berdakwah dengan tangan dingin. Selain itu pamannya yang Kristen menganjurkannya banyak membaca buku Sunnah Nabi dan terjemahan berbentuk bahasa Sohiliah. Bahasa ini digunakan di negara Kenya, Tanzania, dan Uganda.
“Aku berangkat ke Nairobi, ibukota Kenya, untuk bekerja. Dan hasilnya aku belikan buku hasil masukan dari pamanku. Setelah banyak baca buku, aku masuk pesantren dan masuk Islam lewat pesantren itu. Empat tahun memeluk Islam, tapi shalat sepekan sekali yaitu Jumat saja. Bahkan aku sempat kembali mujrim (pelaku keburukan, Red) lagi karena pekerjaanku dan kerasnya perjuangan di ibukota. Namun, alhamdulillah Allah menyelamatkan aku dari jahiliyah. Cahaya baru datang, panggilan berhijrah ke Sudan,” tuturnya.
Dia melanjutkan kisahnya, “Aku belum tamat SMA, karena aku menjadi tulang punggung keluarga. Ayahku nikah lagi dan kakakku yang perempuan sedang semangat-semangatnya belajar. Jadi aku biarkan dia yang belajar dan aku kerja buat kehidupan keluargaku. Yang penting kakakku selesai (belajar). Tapi semua telah indah, aku bisa hijrah ke Sudan dan memeluk Islam. Tapi aku mohon doa kalian karena (keluarga) yang lain masih belum bersyahadat. Semoga ketika aku pulang nanti bisa menjadi penerang buat keislamaan mereka. Aku bertekad untuk menghafal al-Qur’an sebelum umurku genap 30 tahun.”
Daniel mengaku, setelah masuk Islam pada 2006 lalu. Baru 3 tahun belakangan ini dia bisa mengaji.
“Alhamdulillah sekarang sudah punya hafalan sekitar 5 juz. Mohon doanya,” tutupnya penu¬h semangat.
 SEJARAH ISLAM

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang sangat mundur. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan yang lain merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah ketika itu merupakan tempat suci bagi bangsa Arab. karena di tempat tersebut terdapat berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Sumur Zamzam dan yang paling penting adalah Ka'bah.
Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah pada Tahun Gajah yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal atau pada tanggal 21 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muttalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia ketika ia berusia 7 tahun. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia diasuh juga oleh pamannya yaitu Abu Talib. Nabi Muhammad kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Ia pernah menjadi penggembala kambing.
Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim.pada usia 35 tahun, kota mekkah dilanda banjir, Ia tidak menyukai suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan masyarakat yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain menyembah berhala, masyarakat Mekah pada waktu itu juga mengubur bayi-bayi perempuan. Nabi Muhammad banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan masalah penduduk Mekah. Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, ia didatangi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu ia mengajarkan ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun(Orang-orang pertama yang memeluk agama Islam)" dan selanjutnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah, setelah turun wahyu al-quran surat al hijr ayat 94.
Pada tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini dinamai Hijrah. Semenjak peristiwa itu dimulailah Kalender Islam atau kalender Hijriyah.
Penduduk Mekah dan Madinah ikut berperang bersama Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik walaupun ada di antaranya kaum Islam yang tewas. Lama kelamaan para muslimin menjadi lebih kuat, dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan Islam.