Memaafkan ketika hati menyimpan dendam
Allah berfirman dalam Hadist Qudsi
اِنَّ
النَّبِيَّ اللهِ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلامِ قَالَ يَا رَبِّ اَيُّ
عِبَادِكَ أَعَزُّ عَلَيْكَ ؟ قَالَ اَلَّذِىْ اِذَا قَدَرَ عَفَا
Artinya
: Nabi Musa as telah bertanya kepada Allah : “ya Rabbi” siapakah
diantara hambamu yang lebih mulia menurut pandanganMu ? Allah berfirman :
“ ialah orang yang apabila berkuasa ( menguasahi musuhnya ) ,dapat segera memaafkan ( HQR Kharaiti dari Abu Hurairah)
Alangkah indahnya bekas guritan yang kita rasakan setelah selama sebulan mendapat pelajaran yang sangat berharga, dan pahala yang disiapkan yang tiada bandingnya dibulan Ramadhan kemarin ,
betapa tidak ! pada bulan Ramadhan hampir semua insan mampu untuk
mencegah gejolak hati yang bersifat permusuhan sehingga menjadi damai
persaudaraan mampu mencegah
kemaksiatan mata, hidung, mulut dan kemaksiatan hati ,sehingga kedamaian
dan ketentraman muncul dimana mana , andaikan diluar bulan puasa kita
dapat mempuasakan jiwa kita betapa dunia ini jadi damai dan sakinah dibulan Ramadhan kita mampu melakukan ibadah seperti itu yakni mulai
dari pagi sudak tidak makan dan minum sampai waktu tertentu ( maghrib)
malam masih mampu melakukan sholat taraweh ,tadarus Alqur’an dan
masih banyak perbuatan baik yang tidak kami sebutkan secara keseluruhan
, pertanyaannya ! mampukah kita melakukan hal itu semua diluar bulan
Ramadhan setahun kedepan ? Allah berfirman 94 :7-8
Karena itu berbuat baik itu tidak ada terminalnya artinya tidak akan pernah berhenti sampai ajal merenggut kita dalam sebuah hadist ,Rasulullah saw bersabda :
لن يسبع المؤ منون من خير يسمعه حتى يكون منتهاه الجنة (رواه الترمذى)
Artinya: Tidak akan pernah orang mukmin meras puas terhadap apa yang pernah didengarnya sehingga
surgalah menjadi tujuan akhirnya ( HR Turmudzi )
Manusia
itu makhluq unik besarnya tidak ada satu gunung namun dunia yang dihuni
ini akan dapat dirubah menjadi situasi yang dikehendaki jadi baik atau jadi buruk ,karena itu Allah telah memberi amanat kepada langit, bumi, gunung semua dari mereka menolak amant itu namun manusia memikulnya , padahal manusia suka nyeleweng ,tidak tahu diri dalam firmanNya dikataka dhaluuman jahuulaa (33:72) Manusia diciptakan Allah dengan 3 ciri khas : ciri Pertama, ‘ajuula ( عجولا ( bersifat tergesa gesa Allah berfirman(21:37),(7: 11).Ciri Kedua;Haluu’aa ( هلوعا ) berkeluh kesah lagi kikir .Kapan manusia keluh kesah ? (70:19-20) Kapan kikir ? perhatikan (70 :21 )Kemudian siapakah manusia yang tidak seperti diatas silahkan dilihat QS 70 : 22-25 Ciri ketiga :Taghaa ( طغى = melampai batas ) Allah
memberi akal pada manusia adalah pemberian yang paling top setelah iman
,namun akal sok nakal misalnya ketika manusia masuk kamar mandi closed
dari amirika ,sabun dari perancis, handuk dari belgia yang terucap oleh
mulutnya “terima kasih amirika, terima kasih belgia “ seakan mereka
teriak mana ciptaan Allah karena manusia itu melampai batas ,
Merasa lebih dari yang lain sehingga muncul kesombongannya lalu jika di ingatkan (2 : 206 ) , (79:37-38)
Dosa manusia secara umum terbagi 2 yaitu
Pertama
; dosa kepada Allah swt , jika kita dosa kepada Allah mudah cara
menyelesaikannya yaitu taubat dengan sesungguhnya tidak mengulanginya
lagi untuk selama- lamanya maka diterima taubatnya ( 4 :17 )
Kedua
dosa /salah terhadap sesama manusia ,ini yang lebih sulit
menghapuskannya kecuali menyelesaikan dulu terhadap yang bersangkutan
Hadist Riwayat muslim
Rasulullah
pernah bertanya kepada sahabatnya : tahukah kamu orang yang bangkrut
itu ? kemudian sahabat menjawabnya ; Allah dan Rasulnya yang lebih
mengetahuinya : Rasul bersabda :
Artinya:
Sesungguhnya orang yang bangkrut ialah orang datang pada hari kiamat dari ummatku membawa
amalan shalat, puasa , dan zakat dan datang juga orang yg pernah
disakiti hatinya , difitnah, yang pernah dimakan hartanya , dan yang
pernah dibunuh serta pernah disakiti badannya , maka kebaikannya diambil
untuk orang yang disakititi diatas maka ketika habis amalan yang baik
tadi sebelum menyelesaikan perkaranya dengan orang diatas maka keburukan
orang orang tersebut diberikan kepadanya kemudian dia dilempar keneraka ( HR Muslim )
TANDA ORANG TAQWA
Dalam qur’an (3:134)
a. menafkahkan harta diwaktu lapang / sempit (2:261) , ( 2:265 )
b. Mampu menahan amarah, dalam sebuah hadis qudsi ,pernah iblis proklamasi kepada Allah untuk menghancurkan manusia lewat berbagai cara termasuk lewat nafsu amarah
اَهْلَقْتُ
النَّاسِ بِذُنُوْبِ وَمَعَاصِ وَاَهْلَقُنِ بِلاَ لاَ اِلَهَ اِلا اللهِ
وَاْلاِسْتِغْفَارِ فَلَمَّا رَاَيْتُ ذَالِكَ اَهْلَقْتَهُمْ بِا اْلهَوَى
وَهُمْ يُخْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُهْتَدُوْنَ
Artinya:
“aku akan menghancurkan manusia dengan dosa dan maksiat dan aku akan
hancur sendiri dengan kalimat laa ilaaha illallaah dan istighfar jika
aku mengetahui seperti itu aku akan berbalik menghancurkan mereka dengan
hawa nafsu sehingga mereka menganggap bahwa perbuatannya itu yang
paling benar”.
c. memaafkan manusia
· memang berbuat baik itu suli namun mempertahankan kebaikan jauh lebig sulit dari berbuat baik
· mundur setelah maju adalah jauh lebih buruk daripada sebelum melangkah
· memaafkan jauh lebih berat dari pada meminta maaf ada
sebuah ayat bahwa orang disakiti boleh membalasnya yang setimpal namun
jika memberi maaf Allah akan memberi balasan yang tidak terkira
( 42:41-42)
Sejarah
Ketinggian Budi pekerti Rasul tergambar dalam satu sejarah tersebut .al:
1. Dalam Ghazwah [1] Uhud
Nabi
mendapatkan luka pada wajahnya dan juga patah beberapa giginya .
Berkatalah salah seorang sahabatnya , cobalah tuan do’akan agar mereka
celaka . Nabi saw menjawab “ aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat
seseorang tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan sebagai rahmat” lalu beliau berdo’a
الله اغفر لقوم فانهم لا يعلمون
Artinya:”Ya Alah ampunilah kaumku ,karena mereka sesungguhnya tidak mengetahui”
Rasulullah tidak berniat membalas dendam tetapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendo’a kepada Allah agar mereka diberi ampunan , karena dianggapnya mereka belum tahu tujuan Rasul adalah mengajak kepada kebaikan.
Karena Allah perintah ( 5:13)
2. Dalam ghazwah uhud itu juga
Seorang budak hitam bernama Wahsyi telah dijanjikan oleh tuannya akan dimerdekakan jika bisa membidik dan membunuh paman Nabi yang amat beliau sayangi; Hamzah bin Abdul mutholib. Kemudian ia berhasil membunuhnya dan dimerdekakan. Namum beberapa waktu kemudian ia masuk islam dan menghadap kepada Rasulullah lantas
menceritakan kepada Nabi perihal kejadian pembunuhan Hamzah itu. Maka
Nabi saw memaafkan dan tidak membalasnya walau ada kesempatan untuk
membalasnya.
42:37
3. Ghazwah Khaibar
Khaibar adalah perkampungan
Yahudi Zainab binti Al Harist, istri salam bin miskam salah seorang
pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena telah membubuhkan
racun pada paha kambing panggang yang disajikan kepada Rasulullah saw. Ketika itu Rasulullah
makan dengan Bisyir bin Bara’ bin ma’rur, Bisyir sempat menelan daging
yang beracun itu, tetapi Nabi baru mengunyahnya lalu dimuntahkan kembali sambil
berkata : daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun. Selang
beberapa hari kemudian bisyir meninggal dunia . kemudian Nabi saw memanggil
wanita yang kejam itu dan berkata kepadanya; “mengapa sampai hati kamu
melakukan perbuatan seperti itu”, wanita itu menjawab : “tiada
tersembunyi lagi hasrat kaumku untuk
membunuh tuan .sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan
kami akan merasa senang . Tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan
akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu beracun, dan ternyata tuan
adalah seorang Nabi . pada saat itu nabi sangat berkuasa untuk
membalasnya, namun akhirnya wanita itu dimaafkan dan dilepaskannya.
(7:199)
Hadist Riwayat Al Hakim
ثَلاَثٌ
مَنْ كُنَّ اَوَاهُ اللهُ فِى كَنَفِهِ وَنَشَرَ عَلَيْهِ رَحْمَتَه
ُوَاَدْخَلَهُ جَنَّتَهُ مَنْ اِذَا اُعْطِيَ شَكَرَ, وَاِذَا قَدَرَ
غَفَرَ , وَاِذَا غَضِبَ فَتَرَ ( رواه الحكيم )
Artinya: ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya ,ditaburi Rahmatnya dan dimasukkaNya kedalam surgaNya yaitu
: apabila diberi ia berterima kasih ,apabila ia berkuasa suka memaafkan
dan apabila marah, ia menahan diri ( tidak jadi marah ) ( HR Hakim )
Dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin ( imam Ghozali disebutkan bahwa Nabi saw bersabda :
قَالَ
لِعُقْبَةَ بْنِ عَامِرِ اَلاَ اَخْبِرُكَ بِاَفْضَلِ الاَخْلاَقِ اَهْلِ
الُّدُنْياَ وَالاَخِرَةِ ؟ تَصِلُ منْ قَطَمكَ, وَطُعْطِيَ مَنْ حَرَمَكَ ,
وَتَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ Artinya : bersabda Nabi saw kepada ‘Uqbah bin ‘Amir ra : wahai ‘Uqbah maukah kamu kau beritahu budi
pekerti yang ahli dunia dan akherat yang utama ? yaitu: melakukan
silaturrahim ( melakukan hubungan kekeluargaan dengan orang yang telah
memutuskan ),memberi kepada orang yang tidak pernah memberimu , dan
memaafkan orang yang pernah menganiayamu
4. Menghadapi Du’tsur (seorang arab kafir)
Du’tsur
suatu ketika mendapati Rasulullah sedang duduk dibawah pohon yang
rindang dan ketiduran, lalu Du’tsur mengambil pedang beliau serta
menghunusnya sambil mengancamkannya kepada
Beliau dengan ucapan “siapa yang dapat membelamu daripada aku sekarang
ini ?” dengan tegas Nabi menjawab “Allah “ orang itupun gemetar,
sehingga pedang ayang ada ditangannya terjatuh dan segera dipungut oleh
Nabi yang kemudian mengancamkannya kembali kepada Du’tsur “sekarang siapa yang membelamu daripadaku hari ini?”, Du’tsur menjawab : “tidak seorang pun” tetapi
yang dilakukan oleh Nabi malah memaafkannya, Du’tsur pulang ke desanya
menceritakan hal itu kepada tetangga dan handai taulan bahwa ia
semestinya sudah mati tetapi Muhammad adalah orang yang berbudi luhur .
Du’tsurpun mengajak teman-temannya untuk masuk islam. Dan itulah hasil
budi pekerti luhur
(68:4),(3:134).
5. Kebiadaban kafir Mekah kepada Rasul sudah memuncak
mereka
meludainya,melempar dengan batu, kotoran unta bahkan pengikut Rasulpun
tak luput dari kebiadaban mereka ada yang dibunuh dengan dibakar,
ditarik kedua tangannya hingga robek dan berpisah dari badannya, dijemur
diterik panas matahari bahkan ada yang ditusuk dengan besi panas
(sumaiyah istri yasir) namun
demikian setelah futuhul (kemenangan) mekah, Rasul yang sangat berkuasa
terhadap mereka, tidak membalas dendam akan tetapi menerima maaf mereka. Beliau bersabda:
اقول كما قال اخى يوسف :لا تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ اْليَوْمَ يَغْفِرُ اللهُ وَهُوَاَرْحَمُ الَّراحِمِيْنَ
Artinya:
“Aku berkata seperti dikatakan oleh saudaraku (Nabi) Yusuf mulai hari
ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah diperbuat oleh
kalian, Allah mengampuni kalian Dia maha pengasih lagi maha penyayang”
Setelah
mendengar ucapan beliau demikian legalah hati mereka. Kemudian hasil
akhlaq yang tinggi (mulia) itu adalah berduyun duyunnyakafir Quraisy
Mekah masuk dalam Agama Islam maka turunlah QS 110:1-3 (An Nashr).
BY: TINA NOOR KHAZANAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar